Articles by "Youtube"

Showing posts with label Youtube. Show all posts

Globalwebindex sedang melakukan survei untuk pengguna internet di Indonesia dalam rentang usia 16-64 tahun, hasilnya YouTube menjadi aplikasi dengan persentase pengunjung terbesar digunakan masyarakat di Indonesia sekarang.
Hasil survei yang membuktikan secara menyeluruh di Katadata.co.id, 1 Februari 2018 lalu, itu menjelaskan bahwa 69 persen masyarakat Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile. Berikut Aplikasi Yang Sangat Di Minati Masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei tersebut.
1. YouTube
Aplikasi besutan Google sudah diunduh kurang lebih 1 miliar kali. Menurut laporan Globalwebindex, YouTube menjadi aplikasi yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia dengan meraih 43 persen.
YouTube merupakan sebuah situs berbagi video yang dibuat pada 2005. Aplikasi ini dapat menampilkan berbagai macam konten video termasuk klip film, TV dan video musik.
2. Facebook
Facebook menempati posisi kedua, hasil survei menyatakan bahwa 41 persen masyarakat Indonesia usia 16-64 tahun sering menggunakan Facebook. Layanan jejaring sosial Facebook didirikan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg dengan temannya dari Harvard University.
Facebook mengungkapkan bahwa pengguna aktifnya sudah mencapai lebih dari 88 juta per bulan. Jumlah itu kemungkinan akan terus mengalami peningkatan. Dalam PlayStore, Facebook sudah diunduh oleh kurang lebih 1 miliar kali.
3. WhatsApp
Aplikasi perpesanan ini berada di peringkat pertama di Indonesia, WhatsApp dalam PlayStore sudah diunduh sekitar 1 miliar kali. Pada 2015, WhatsApp mengumumkan telah memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif di seluruh dunia.
WhatsApp menempati posisi ketiga sebagai aplikasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia dengan persentasi 40 persen. Aplikasi tersebut digunakan secara gratis dengan menggunakan koneksi internet.
4. Instagram
Di Indonesia pengguna aktif Instagram mencapai lebih dari 45 juta orang. Indonesia juga merupakan negara dengan pembuat konten Instagram Story terbanyak di dunia dengan persentase 38 persen, menempati posisi keempat.
Instagram merupakan aplikasi berbagi foto dan video yang sudah diunduh 1 miliar kali. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang paling sering digunakan oleh pemilik smartphone di Indonesia.
5. LINE
LINE merupakan salah satu aplikasi perpesanan yang banyak digunakan. Aplikasi ini sudah diunduh oleh oleh kurang lebih 500 juta orang. Aplikasi yang pertama rilis pada 2011 ini menduduki posisi pertama dalam kategori aplikasi gratis di 42 negara, seperti Jepang, Taiwan, Spanyol, Rusia dan lainnya.
Di Indonesia, LINE menjadi aplikasi nomor lima yang sering digunakan masyarakat Indonesia. Globalwebindex menyebutkan 33 persen dalam rentang usia 16-64 tahun di Indonesia menggunakan LINE, posisi kelima.
LINE dikembangkan oleh developer LINE Corporation dan sudah digunakan oleh sekitar 101 juta orang di 230 negara di dunia. Aplikasi tersebut bisa digunakan untuk mengirim pesan teks, gambar, video dan pesan suara.
6. BlackBerry Messenger (BBM)
BBM merupakan aplikasi pengirim pesan instan yang dibuat developer Blackberry Limited. Aplikasi ini sudah diunduh oleh kurang lebih 100 juta orang. Di Indonesia aplikasi ini menempati posisi keenam paling sering digunakan, 28 persen antara usia 16-64 tahun.
BBM menjadi aplikasi perpesanan primadona beberapa tahun ke belakang, apalagi pada saat BBM resmi bisa digunakan untuk lintas platform yaitu iOS. Namun, pengguna perlahan bergeser untuk tidak lagi menggunakan BBM dan berpindah ke aplikasi serupa, WhatsApp.
7. Twitter
Di Indonesia, pengguna Twitter berjumlah kurang lebih 19 juta orang. Indonesia juga menjadi pengguna Twitter nomor 3 di dunia dengan menyumbangkan 1 miliar tweet. Pertama Amerika dengan 3,7 miliar tweet dan Jepang 1,3 miliar tweet.
Aplikasi layanan jejaring sosial Twitter ini menjadi sering digunakan masyarakat Indonesia, persentasenya 27 persen. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya mengirim dan membaca pesan teks hingga 280 karakter. Twitter dalam PlayStore sudah diunduh oleh lebih 500 juta orang.
8. Google+
Hasil survei tersebut menyebutkan Google+ menjadi posisi kedelapan aplikasi yang sering digunakan masyarakat Indonesia dengan persentase 25 persen. Aplikasi yang hadir pada 2011 ini merupakan jejaring sosial yang dioperasikan oleh Google Inc.
Google+ mengintegrasikan fitur layanan sosial seperti Google Profile dan Google Buzz. Juga memperkenalkan layanan baru seperti Circles, Hangouts, Sparks dan Huddles.

Samsung Galaxy S10 akan dirilis pada tahun 2019 dengan codename (nama kode) Beyond. Perangkat tersebut menjadi penerus dari generasi seri S, sebagaimana dilaporkan laman BGR, 3 Mei 2018.
Raksasa ponsel pintar itu cenderung menggunakan nama kode yang menggambarkan tujuan dibuatnya perangkat. Sebelumnya Samsung telah memberikan Galaxy S8 dengan nama kode Dream yang merupakan mimpi Samsung untuk melampaui iPhone.
Sedangkan S9 bernama Star dengan tujuan menjadi perangkat bintang pada 2018. Dan Beyond untuk Galaxy S10 kemungkinan akan muncul dengan kemampuan yang melampaui batas.
Beberapa bulan yang lalu Samsung merilis duo Galaxy S9 yang menjadi perangkat andalan dengan beberapa fitur menarik. Dalam generasi S terbarunya, Samsung akan menambahkan fitur pemindaian wajah 3D yang kompleks dan aman.
Situs berita Korea Selatan, The Bell, mengeluarkan laporan yang berfokus pada perangkat Galaxy S10. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Samsung bekerja sama dengan Mantis Vision untuk mengembangkan perangkat lunak fitur pemindai wajah.

Samsung Galaxy S10 juga akan muncul dengan sensor sidik jari yang terdapat pada layar. Layarnya berukuran 5,8 inci untuk S10 dan 6,3 inci untuk S10 Plus, lebih besar dari generasi sebelumnya S9. Galaxy S10 diperkirakan akan memakai desain Infinity Display.


Kali iniYoutube Memberitahu Jumlah Pengunjung Perbulanya  yang sangat tidak sedikit
Chief Executive Officer Youtube Susan Wojcicki mengatakan bahwa ada 1,8 miliar pengguna terdaftar yang menonton video di platform YouTube setiap bulannya.
"Itu belum menghitung orang yang menonton tanpa menggunakan akun," ujar Wojcicki, sebagaimana dilansir laman The Verge, 3 Mei 2018. Juni 2018 lalu, layanan itu memiliki 1,5 miliar pengunjung yang masuk. Saat ini orang-orang menonton 150 juta jam YouTube setiap hari.
Wojcicki menggunakan YouTube Brandcast untuk mengatasi sebagian masalah yang dihadapi YouTube, termasuk pertanyaan tentang video yang tidak pantas bagi anak-anak dan teori konspirasi pada platform itu.
YouTube telah membangun infrastruktur dan alat untuk mengelola platform dengan baik. Selain itu, membuat pedoman dan kebijakan serta berkomitmen agar lebih banyak orang memantau konten.
"Ini adalah dampak dari platform terbuka. Membawa dunia dengan cara yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya. Tetapi kami juga melihat bahwa dengan keterbukaan merupakan tantangan, karena beberapa orang telah mencoba memanfaatkan layanan kami," kata Wojcicki. "Penting bagi saya dan semua orang di YouTube bahwa kami tumbuh secara bertanggung jawab."
Menurut laman Engadget, Youtube, kata Wojcicki, berjanji akan mempekerjakan 10.000 moderator untuk mengkurasi video khusus untuk anak-anak.



Seringkali, keinginan untuk menonton video secara streaming di YouTube, terhambat karena ketakutan kehabisan kuota data. 

Tak jarang masyarakat, demi menonton video dari YouTuber kesayangan, subscriber rela mengungsi di tempat yang memiliki akses Wi-Fi, lalu mengunduhnya atau menyimpan video tersebut secara offline untuk dilihat terus menerus. 

Tapi, bagaimana sebenarnya cara menghitung besaran kuota internet yang tersedot saat menonton video di YouTube secara streaming? 

Pertama, perlu diketahui bahwa tiap setting kualitas video YouTube memiliki bitrate yang berbeda. Bitrate biasanya dihitung menggunakan satuan bit per detik, yang dinyatakan dalam ribuan (Kilobit per detik, Kbps, dengan "b" kecil) atau jutaan (Megabit per detik, Mbps). 

Apabila dikonversi menjadi satuan byte yang umum digunakan untuk ukuran file dan kuota data, maka 1 byte setara dengan 8 bit, atau dengan kata lain 1 bit sama dengan 0,125 byte. Byte juga dinyatakan dalam ribuan (Kilobyte, KB, dengan "B" besar), jutaan (Megabyte, MB), triliunan (Gigabyte, GB), dan seterusnya.

Semakin tinggi kualitas (resolusi) video yang dipilih, maka bitrate pun semakin besar. Otomatis, kuota data yang terpakai pun akan meningkat pula. Menurut informasi yang dirangkum KomptasTekno dari Quora, Minggu (8/4/2018), rincian bitrate untuk masing-masing setting kualitas video di YouTube adalah sebagai berikut. 

 Kualitas Video
 Bitrate (Kbps)
 2160p
 20.000
 1440p
 8.913
 1080p
 3.774
 720p
 3.000
 480p
 1.000
 360p
 721
 240p
 377 
 144p
 80


Karena penghitungan kuota data menggunakan satuan megabyte (MB), maka tiap 1 Mbps sebanding dengan 1/8 MB, dan 1 Mbps sama dengan 1.024 Kbps. 

Dengan begitu, cara menghitung berapa megabyte yang terpakai untuk menonton video secara streaming di YouTube, bisa menggunakan rumus bitrate (dalam Kbps) x durasi menonton video dalam detik : 8 : 1.024. 

Misalnya, kita hendak menonton video dengan kulitas 2160p yang memiliki bitrate 20.000 Kbps selama 10 menit, maka penghitungan kuota data yang dikonsumsi adalah 20.000 x 60 (detik) x 10 (menit) : 8 : 1024 = 1.465 MB.

Selain itu, terdapat perbedaan perhitungan konsumsi data antara menonton dengan cara streaming dan mengunduh video. Sebelum pengguna mengunduh video, YouTube akan langsung memberikan opsi kualitas video yang diinginkan lengkap dengan besaran datanya dalam satuan megabyte. 

Termasuk untuk opsi menonton video secara offline, data yang termuat juga akan lebih sedikit dibanding menonton secara streaming ataupun mengunduhnya ke perangkat. 

Ingin menghemat kuota? Di luar aplikasi standar, YouTube menyediakan aplikasi versi lain yang lebih "ringan" bernama YouTube Go. Di aplikasi ini terdapar beberapa fitur untuk menghemat paket data internet, seperti menampilkan preview atau cuplikan video yang akan ditonton.

Operator seluler tertentu di Indonesia menyediakan paket berisi kuota data khusus yang hanya akan dipakai ketika pengguna menonton video dari YouTube, dengan penghitungan terpisah dari kuota data utama. Ada juga yang memberikan akses nonton YouTube secara cuma-cuma lewat jalur VPN. Fasilitas macam ini bisa dipakai untuk menghemat kuota data utama. 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.