IBX5A8B750FA2FD6 Telkomsel Memblokir 50 Juta Kartu Yang Belum Di Registrasi | Raja Tekno
Home » , , , , , » Telkomsel Memblokir 50 Juta Kartu Yang Belum Di Registrasi

Telkomsel Memblokir 50 Juta Kartu Yang Belum Di Registrasi


Raja Tekno, Jakarta - Perusahaan Kartu Prabayar PT Telkomsel setidaknya memblokir 50 juta pengguna kartu Telkomsel yang tidak melakukan registrasi ulang dengan NIK dan KK yang berakhir tepat pada tanggal 28 Februari 2018, setelah diperpanjang dari batas waktu 31 Oktober 2017 lalu.
"Ada 50 juta lebih yang diblokir karena tidak mendaftar ulang dengan NIK dan KK. Tapi masih ada yang mendatangi outlet Telkomsel untuk mendaftar (setelah diblokir)," kata Direktur Utama PT Telkomsel Ririek Adriansyah, di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 11 Mei 2018.
Adriansyah, yang didampingi oleh Direktur Network PT Telkomsel Bob Apriawan dan Direktur Sales PT Telkomsel Sukardi Silalahi, juga pejabat lain Telkomsel, menjelaskan, sebelum pemerintah memblokir kartu prabayar tersebut, mereka sudah menempuh berbagai cara untuk memberitahu pelanggannya untuk segera melakukan registrasi ulang.
"Sebelum kartu diblokir, setiap malam kami cek posko-posko Telkomsel untuk mendorong registrasi ulang kartu. Kami sempat beri bonus kuota (untuk yang melakukan registrasi ulang), tapi itu juga tidak mempan. Ya, akhirnya diblokir," ujarnya.
Ketika ditanya wartawan berapa kerugian yang dialami Telkomsel akibat pemblokiran 50 juta lebih kartu prabayar itu, Adriansyah menjelaskan, jika ditinjau dari aspek kerugian, tentu bukanlah persoalan utama karena masih banyak yang akhirnya mendatangi gerai Telkomsel untuk meregistrasi ulang kembali.
"Kami juga masih terus memotivasi agar pemilik kartu yang diblokir untuk datang meregistrasi ulang, (karena tidak bisa registrasi sendiri lagi)," ucap Adriansyah.
Seperti diketahui, kebijakan pemerintah memblokir kartu prabayar itu setelah tenggat waktu empat bulan dinilai cukup untuk memberi tahu ratusan juta pengguna telepon seluler di seluruh Indonesia yang tersebar di perkotaan hingga pelosok dan daerah terpencil.
Selain dilakukannya secara langsung melalui pesan singkat (SMS), pemberitahuan dilakukan melalui sosialisasi dalam berbagai kesempatan, iklan layanan masyarakat, serta operator, toko, dan gerai penjualan.
Sempat terjadi pro dan kontra atas kewajiban melakukan registrasi ulang tersebut. Namun kebijakan itu tetap dilanjutkan dengan memberi pemahaman kepada publik mengenai pentingnya registrasi ulang kartu.
Publik pun akhirnya harus menerima kebijakan itu dan sebagian besar melakukan registrasi pada tahap awal, hingga menyisakan 50 juta lebih nomor Telkomsel yang terkena blokir karena dianggap lalai melaksanakan kewajibannya.

Terima kasih telah membaca artikel ini & dipublikasikan oleh Raja Tekno

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Posting Populer